SEAtrip day 11: Around Vientiane

Pagi hari jam tujuh saya turun ke lobi, menyapa para petugas penginapan dan melangkah ke arah sungai Mekong. Kemarin niatnya mau liat sunset, tapi karena demam saya memutuskan untuk tidur saja. Tiba di bantaran sungai Mekong saya kaget. Sungainya jauuuuuh banget dari pinggiran. Yah gak banget sih, adalah dua ratus meter. Lah saya kirain udah bisa main-main air di sungai Mekong πŸ˜›

Piggiran sungai Mekong saat ini sedang direnovasi. Ditambahi jogging track, ada tempat bermain untuk anak-anak juga, dan ada tempat berjualan untuk pasar malam.

Saya menusuri bantaran sungai, kemudian kembali ke jalan raya. Di seberang salah satu taman di pinggiran sungai adalah istana kepresidenan. Rada kaget juga karena saya kira istananya bakal ada di tengah kota, ternyata di pinggiran kota. Gedungnya putih bersih. Bisa foto-foto, tapi hanya dari depan pos sekuriti, gak boleh masuk. Yaeyalah.

Kemudian saya berjalan lagi menuju penginapan. Satu gang sebelum penginapan, saya lihat ada papan bertuliskan Tourist Information Center- Free Internet. Wogh mayan nih. Dari pada bayar 100 Kip per menit. Saya mampir ke TIC itu. Tempatnya kecil tapi nyaman. Petugasnya saat itu perempuan semua dan mereka ramah-ramah. Saya diberi peta Vientiane gratis dan ditunjukkan tempat-tempat yang wajib dikunjungi di sini.

Setelah selesai memakai fasilitas internet, saya kembali ke penginapan untuk sarapan. Di lobi saya bertemu dengan James, rekan seperjalanan saya dari Bangkok kemarin. Kami sarapan bersama dengan beberapa orang lainnya sambil ngobrol-ngobrol. Selesai sarapan, saya dan James janjian buat ketemuan lagi di lobi buat keliling Vientiane. Dia kembali ke kamar untuk mandi, saya melangkah ke money changer yang saya lihat dekat Presidential Palace tadi. Memang agak jauh, tapi ratenya jauh lebih bagus kebanding money changer yang lain yang ada di sekitar situ. 1 USD = Kip 8.052

Jam sepuluh saya kembali ke penginapan, James sudah menunggu di lobby. Kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Tujuan pertama adalah That Dam atau the Black Stupa. Letaknya tidak jauh dari kedutaan US dan berada di tengah2 pemukiman. Saya sendiri gak nyangka kalau itu salah satu tempat wajib kunjung di VGientiane kalau gak kemudian liat ke peta yang kami bawa.

Berikutnya adalah Patuxai. Monumen yang bentuknya mengingatkan saya pada Arc de Triomphe. Sebenarnya kita bisa naik ke atas Patuxai dan kata petugas TIC tadi, kita bisa melihat pemandangan Vientiane. Biaya masuk dan naiknya Kip 5.000, cuma saat itu loket masih belum buka.

Dari Patuxai kami berjalan lagi menuju That Luang, Wat Ho Pakeo, dan Buddha Park yang semuanya ada di dalam satu wilayah. Lumayan jauh juga jalannya. Kalau gak salah perlu sekitar satu jam berjalan kaki. Mau naik tuktuk udah tanggung. Lagian James merupakan teman yang asik buat jalan bareng, banyak cerita πŸ™‚

Dari info yang kami dapat, That Luang ini terlihat megah dan besar. Pas sampai sana, reaksi saya adalah: Heh? Udah nih? Cuma segini? XD

Tidak perlu waktu banyak juga buat berkeliling. Masih2 tempat ditarik bayaran Kip 10.000/orang. Sekitar jam 12 kami melangkah kembali ke penginapan. Semestinya matahari sedang terik-teriknya ya kalau jam segitu sih. Ini mah nggak kok. Matahari memang cerah, tapi hangat dan ditambah angin sejuk. Cuacanya mantep banget deh Vientiane.

Dalam perjalanan pulang kami mampir ke Morning Market. Saya membeli boneka gajah kecil dan James membeli kantong kecil untuk tempat iPodnya. Di Morning Market ini banyak dijual tenunan dan kerajinan tangan khas Laos.

Di pinggir Morning Market kami mampir ke sebuah warung kecil untuk makan mie kuah ala Laos. Harganya Kip 10.000 saja per porsi ukuran kecil. Ukuran kecilnya pun termasuk besar buat saya.

Dari Morning Market kami mengambil jalan memutar melewati Presidential Palace, kemudian kembali ke penginapan.

Hari baru menunjukkan jam satu lebih sedikit saat kami tiba di penginapan. Hanya dengan berjalan kaki setengah harian saja, kami sudah mengunjungi nyaris semua yang harus dikunjungi di Vientiane. Sekecil itu kotanya πŸ™‚

Pulang ke penginapan saya langsung mandi. tidur sebentar. sorenya saya turun ke lobby untuk menggunakan fasilitas wifi. Jam 5 sore setelah meletakkan laptop kembali ke kamar, saya melangkah ke pinggiran sungai Mekong untuk melihat matahari terbenam. Sayang sekali saat itu cuacanya berawan. Jam enam sore saya kembali ke kamar. Tidur. Lagi πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *