SEAtrip Day 6: Haad Yai-Bangkok

Jam enam pagi saya terbangun, ngeloyor ke toilet dan wastafel untuk cuci muka dan gosok gigi, lalu memesan sarapan pagi. Sarapan pagi terdiri dari dua lembar roti bakar polos, sebungkus selai jeruk, selembar ham, satu telor ceplok, tiga batang kecil sosis dan tiga iris apel. Lumayan buat ganjal perut. Sementara pemandangan di luar masih menunjukkan pepohonan, bukit, dan sawah. Gak terlalu btertarik, soalnya di Jawa juga banyak 😛
Jam 7 pagi sudah terdengar suara dari berth atas. Rupanya Mo Khom dan ibunya sudah bangun. Jam 8 petugas datang menghampiri, menanyakan apakah tempat tidur mau dilipat. Karena saya pikir perjalanan sudah dekat, ya saya setuju saja untuk lipat kursi. Saya dan pasangan ibu anak tersebut kembali duduk berhadapan, dan kembali ditingkahi ocehan nonstop bocah itu X( Benertan non stop. GAK PERNAH berhenti sama sekali. Saat narik napas aja dia masih ngoceh.
Saat melintasi satu stasiun, saya membaca daftar stasiun yang dilewati kereta menuju Bangkok.
Loh… Kok jam segini masih di stasiun A? Saya telusuri lagi timetable dan memperkirakan bahwa di saat kami semestinya sudah tiba di Bangkok, ternyata kami masih….4 jam perjalanan jauhnya dari Bangkok. Yaelaaa parah amat sik telatnya :((
Dan saya makin setres dong denger ocehan bocah di depan saya. Akhirnya saya ke gerbong restorasi, ngopi. DI gerbong ada delapan orang bule terbagi dua meja. Saya duduk membelakangi mereka. Tidak lama saya mendengar keributan di salah satu meja. Tampaknya satu remaja bule itu keberatan dikenai biaya penuh untuk paket makan pagi sementara ada bagian yang tidak dia ambil. Perdebatannya lumayan sengit. Petugas dan pelanggan sama-sama keukeuh. Kalo kata saya sih, salah sendiri gak ngambil full aja, trus yang gak dimakan kasih ke temennya 😛 Gak ngerti pemecahannya gimana, tapi melihat kadar kesel si bule, kayaknya dia tetep harus bayar penuh.
Balik ke gerbong saya melewati mereka. Bule tadi masih ngomeeeel aja XD dia ngomel di lorong sambil beresin tasnya yang nyaris setinggi saya. Saat melewati mereka, gak sengaja saya kesandung tali ranselnya, reflek saya bilang, “Ooops, sorry about that.”
Tapi kayaknya dia gak denger dan nyangkain saya penduduk lokal. Dia bilang, “Yeah yeah just step on my bag and walk away you weird locals.”
Wogh, ngajak berantem.

Saya puter badan, dan saya bilang, “Sorry, I’m not one of the locals unfortunately. I am from Indonesia, and I have apologized for stepping on your backpack, which if you’re not too busy complaining about the locals, you might have heard.”
Merah booook mukanya :)) Entah karena marah atau tengsin, saya gak ambil pusing. Saya langsung pergi. Males ngurusin turis cemen tukang ngambek kayak gitu.
Karena sumpah saya stres denger suara Mo Khom, si bocah yang duduk di depan saya, saya pindah gerbong sekalian XD. Untungnya ada gerbong yang tempat tidurnya masih tersusun. Saya masuk aja ke situ, tutup hordeng. Tidur lagi XD
Saya terbangun menjelang jam 2 sore, saat itu kereta sudah mulai memasuki wilayah pinggiran Bangkok. Kereta memasuki stasiun Hua Lamphong tepat jam setengah 3 sore.
Dari situ saya langsung pesan tiket untuk pergi ke Nong Khai tanggal 11 dan tiket balik ke Haad Yai tanggal 28.
Ternyata Eriko, host saya dari CouchSurfing.org baru bisa ketemu sekitar jam 6 sore. ya sudah saya jalan ke Chatuchak Weekend Market aja dulu. Rame! Banget! Gede! Banget! Kalap sekalap-kalapnya liat babi panggang di mana-mana :))
Saya gak lama di Chatuchak. Panas dan bising. Ditambah bahu saya udah mulai pegal bawa ransel. Jam 5 saya kembali menaiki MRT menuju Lumpinee Park. Taman terbesar di Bangkok. Lalee yang menyarankan saya berkunjung ke sana. LUmpinee Park ini kalau pagi dan sore dipakai untuk tempat jogging, latihan tai chi, meditasi, atau piknik. Terutama di Sabtu dan Minggu.
Jam 6 kurang saya menaiki MRT menuju stasiun Lat Phrao untuk menemui host saya.
Malam ditutup dengan makan mie goreng, dan ….. ES KRIM MAGNUM! Yaelah di Bandung gak dapet-dapet, sekalinya dapet malah di Bangkok :)) Harganya beda 2 ribu lebih mahal di sini lah kira-kira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *