Satu Jam Saja, Masa Gak Bisa?

Barusan gue diwhatsapp sama salah satu temen gue.

“Ceu, minta bantuan ya. Coba cek 1 Jam Untuk Ibu. Punten bantu dishare kalau berkenan.”

Sekedar selipan, sepintas gue kira nama situsnya tadi 1 jamu untuk ibu -.-

Eniwe, gue klik link yang dikasi. Gue tonton videonya dari awal sampai akhir, gue baca teks yang ada di situs itu. Kemudian gue tanya ke temen gue:

“Ini bukan iklan produk atau kampanye politik kan?”

Dia bilang:

“Nope. Gak sama sekali.”

Bukan apa-apa sih, gue rada trauma sama video hari ibu tahun lalu yang ujung-ujungnya muncul salah satu tokoh parpol. Seketika video tersebut kehilangan segala ketulusannya buat gue, walaupun videonya sebenernya bagus.

Kembali ke gerakan 1 Jam Untuk Ibu ini. Kita diajak melakukan satu hal yang simpel, mudah, namun sebagai ibu gue bisa bilang sangat-sangat bikin gue bahagia bila kelak anak-anak gue yang super sibuk mau melakukannya buat gue.

image

“Tapi gimana kalo klien gue butuh revisi dadakan?”

“Susah meeen, gue nungguin email penting jam segitu.”

“Duh jam segitu jadwal gue ngebuzz, kalo diskejul takut gak ketweet.”

“Duh gue mau baksos hari ibu nih ama temen-temen gue.”

Yuk mari tarik napas dulu dan keluarkan pelan-pelan. Duduk tenang sebentar.

Sebagai ibu, entah berapa kali dulu beliau membatalkan janjiannya sama teman-temannya karena lo mendadak rewel gak mau ditinggal.

Sebagai ibu, entah berapa kali dulu beliau nebelin muka minta ijin gak kerja karena lo demam abis imunisasi atau flu.

Sebagai ibu, entah berapa malam beliah gak tidur karena lo sebentar-sebentar bangun karena minta disusui atau ngompol.

Sebagai ibu, entah berapa doa yang beliau panjatkan saat lo mau ujian, telat pulang, main gak ijin, sakit, hari pertama kerja.

You see, mothers give up their personal life and time for us. Mothers give up most of their “I want this for me” for “I want this for my children”.

And that, is nowhere near easy.

Jadi yuk, bareng 1 Jam Untuk Ibu kita beri hadiah buat ibu. Sebuah hadiah yang mungkin paling beliau idamkan seumur hidupnya: waktu kita untuk beliau.

Happy Mother’s Day!

4 thoughts on “Satu Jam Saja, Masa Gak Bisa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *