Yang Bekas Jangan Dibuang

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk membersihkan meja kerja di kamar tidur karena sudah menumpuk gak karuan barang-barang yang ada di sana. Selesai membersihkan meja, saya berakhir dengan 2 kantong plastik besar… sampah. Sementara meja saya jadi singset barang-barangnya.

Meja saya setelah dirapikan. Akhirnya ada tempat kosongnya :))

Beberapa orang, termasuk saya, punya kebiasaan untuk menyimpan benda-benda yang mungkin kecil tapi kalau dikumpulkan lama-lama jadi numpuk dengan alasan: Sayang dibuang, siapa tau nanti kepakai. Ada juga yang punya kebiasaan menyimpan perabot yang sesungguhnya tidak dipakai tapi tidak disingkirkan dengan alasan sama. Saya yang nyimpen barang pritilan aja bisa menggunung makan tempat, gimana yang nyimpen perabot.

Dulu almarhum Opa saya punya kebiasaan demikian, dengan alasan: mau dijual malas bawa ke pasar, nanti aja tunggu tukang loak. Maklum, dulu belum ada akses internet. Komputer aja gak kebayang bisa punya. (Ya, dedek-dedek, internet dan komputer pernah TIDAK ADA).

Jaman sekarang serba canggih, enak. Barang bekas bisa dijual lewat internet. Tinggal foto dan unggah. Beberapa opsi menjual barang bekas di internet yang pernah saya temui/lakukan:

  1. Media Sosial (Twitter, Facebook, Instagram, dll). Tidak dipungut bayaran kecuali kalau mengontak pengelola platform media sosial tersebut untuk iklan yang lebih serius. Online shop paling banyak sekarang beredar di Instagram. Nyaris bisa menemukan barang apapun di Instagram ini. Dari mulai jual rumah sampai jual alat tulis. Jualan barang baru maupun bekas. Hanya berhati-hati ya, banyak saya dengar kasus penipuan yang dilakukan online shop nakal, maupun pembeli nakal. Metode pembayaran yang biasa mereka lakukan adalah transfer antar bank yang tentu saja memerlukan kepercayaan lebih untuk melakukannya. 
  2. Pasang iklan di situs-situs besar, misalnya YouTube, Detikcom, FB Ads. Ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar atau penjual yang niat banget mau jualan barangnya. Soalnya ngiklan di mereka berbayar dan gak bisa dibilang murah.
  3. Iklan baris online. Kalau kamu pernah baca koran, ada bagian Iklan Baris di semua koran. Iklan menjelaskan apa yang dijual, kadang ada harganya, dan ke mana harus menghubungi. Kalau di dunia maya ada situs iklan baris gratis bernama OLX (Dulu dikenal sebagai TokoBagus). Penjual tinggal daftar, masukkan data barang yang mau dijual, dan data kontak mereka. Pembeli tinggal main-main ke bagian Kategori atau Cari untuk melihat-lihat apakah barang yang mereka inginkan ada yang jual di sana. Untuk transaksi, OLX sangat menyarankan transaksi COD. Cash On Delivery. Kalau barangnya kecil bisa ditenteng, penjual dan calon pembeli bisa janjian di sebuah tempat di mana penjual bisa menunjukkan barangnya dan pembeli bisa memeriksa apakah barang tersebut masih layak beli. Kalau sudah oke, bisa langsung transaksi di tempat. Atau kalau barangnya besar, calon pembeli bisa mendatangi penjual untuk melihat barang dan transaksi. Lebih aman karena sama-sama ketemu dan transaksi dilakukan secara langsung.
Kalau kamu, pernah jual barang bekas di internet juga gak? Di mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *