Si Hijau Yang Menyejukkan dan Menyehatkan

Saya tidak akan meremehkan teh lagi.

Begitu janji saya terhadap diri saya sendiri dalam perjalanan menuju Perkebunan Teh Dewata yang dimiliki dan dikelola oleh PT Kabepe Chakra, bersama para blogger (ada Tika, Chika, Popon, Didut, dan Wandy dan media di tim Green Tea Adventure. Iya kami akan belajar soal teh hijau (mendadak keingetannya kue cubit green tea, martabak green tea, malah katanya sampai ada cireng green tea. CIRENG)

Saya dan teman-teman blogger: Tika, Chika, Popon, Wandy, dan Didut

Bagaimana tidak. Perjalanan menuju perkebunan teh tersebut melewati hutan lebat, jalanan yang walaupun bisa dilalui kendaraan bermotor masih berbatu parah dikelilingi tebing dan jurang di sana-sini. Jarak sekitar 30an kilometer dari penginapan kami tempuh dengan durasi sekitar 3 jam memakai Landrover dan truk. Saking gedubrakannya, ketika tiba ditujuan, kepala saya berdenyut sakit.

Tapi bangun pagi buta, kepala berdenyut, dan perjalanan yang bawaannya pengen bilang “Udah dooong plis kapan nyampenya iniii..” disirnakan oleh pemandangan luar biasa yang kami nikmati menjelang akhir perjalanan.

Udara sejuk dan segar pake banget (bahkan jam 12 siangpun masih berasa sejuk) dan hijau di mana-mana bikin mata adem, bikin saya gak berhenti bersyukur tinggal di negeri secantik ini.

Perkebunan Teh Dewata berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut memiliki pekerja pemetik daun teh sekitar 600 orang yang tiap harinya bisa memetik 50-70 kilogram teh per orang. Menurut salah satu Kepala Kebun yang menemani kami, dalam setiap bulannya daun teh bisa dipetik dua kali, yaitu dua minggu sekali. Jadi tunas teh yang dipetik benar-benar masih muda dan segar. Selesai dipetik, maka daun teh akan dibawa langsung ke pabrik yang terletak tidak jauh dari sana untuk diproses. Yep, masih seger-segernya lah, gak sempet layu.

Saya nyoba metik daun teh 😀

Tidak seperti teh hitam yang mengalami oksidasi hingga belasan jam dan mengakibatkan nyaris semua kebaikan teh hilang, teh hijau melalui proses fixing yaitu pengurangan kadar air. Jadi sebagian besar kebaikan teh masih nyantol di sana.

Yang kiri teh hitam, yang kanan teh hijau

Emang apa aja kebaikan teh hijau sih? Nih ya:

=> Menurunkan kadar kolesterol jahat
=> Melindungi kita dari penyakit jantung
=> Meningkatkan metabolisme (makanya teh hijau sangat disarankan buat yang ingin menurunkan berat badan *tenggak tiap hari*)
=> Anti oksidan yang menyehatkan kulit. Bikin kulit lebih halus
=> Mencegah bau mulut *PENTING*
=> Mengurangi bakteri buruk di rongga mulut

Itu baru sebagian, masih banyak lagi kebaikan teh hijau. Gara-gara apa? Gara-gara memiliki kandungan antioksidan cathechin lebih banyak dibandingkan teh biasa karena tidak mengalami proses oksidasi dalam pengolahannya sehingga lebih kaya manfaat bagi tubuh.

Trus saya juga dikasih tahu bahwa proses penyeduhan teh yang benar itu gini loh, supaya rasa teh tetap nikmat dan gak terlampau pahit:

Rebus air hingga mendidih, diamkan dalam keadaan mendidih selama 1 menit. Matikan api, diamkan air sampai mencapai suhu 80 derajat celcius. Masukkan 1 sdt daun teh kering ke gelas, tuang 200 ml air. Diamkan selama maksimal 3 menit. Saring. Nikmati harum teh yang menguar, kemudian sruput teh sedikit-sedikit. Enak!

Ya tapi masalahnya gak tiap kali pengin teh, kita juga selalu punya waktu sebanyak itu kan ya. Nah di sinilah Nu Green Tea, salah satu pelanggan daun teh hijaunya Perkebunan Teh Dewata ini jadi penyelamat. Nu Green Tea yang merupakan pelopor minuman teh hijau siap minum, punya berbagai varian teh hijau yaitu Original, Less Sugar, Madu, dan kesukaan saya: Royal Jasmine dengan Gula Batu. Apalagi kalau diminum saat dingin, astaga segarnyaaa.

Dikemas memakai teknologi PET ASEPTIC Cold Filling, yaitu pengemasan yang dilakukan dalam keadaan dingin pada ruangan dan peralatan aseptis (bebas dari kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya) hingga produk tetap steril. Teknologi ini pertama dan satu-satunya loh di Indonesia untuk kategori minuman siap minum (RDL: Ready To Drink).
Setelah seharian main-main di kebun dan pabrik pengolahan daun teh, kami kembali ke penginapan. Menempuh jalan yang sama. Iya yang gedubrakan tadi. Untungnya jalan pulang selalu terasa lebih cepat dibanding jalan datang ya, jadi kami gak sesenewen pas dateng. 
Pengen deh kapan-kapan balik ke perkebunan teh Dewata ini. Tapi gak mau langsung pulang. Nginep dulu lah beberapa hari. Nyobain tea walknya yang kata Pak Teguh Kustiono, Direktur PT Kabepe Chakra, seger banget udaranya. Dan sungguh tempat yang cucok buat detoks dari peradaban karena sinyal telepon susah banget di sini. Boro-boro internetan, mau nelpon/sms aja susah :))

7 thoughts on “Si Hijau Yang Menyejukkan dan Menyehatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *