Hutan dan Puncak Pinus Becici

Pertama kali saya mendengar nama lokasi ini, saya mikir: emang bagus ya? Hutan gitu loh. Paling pohon semua isinya.

Dan pada kenyataannya, ya memang pohon semua sih. Tapi ternyata di puncak pinus Becici justru yang menurut saya merupakan klimaksnya tempat ini.

Bertempat di kawasan Imogiri, Yogyakarta, Puncak Pinus Becici nampaknya merupakan lokasi wisata yang masih terbilang baru. Beberapa kawan saya yang asli Yogya malah baru dengar soal hutan ini. Atau kalaupun tahu soal ini, mereka lebih mengenalnya sebagai Hutan Pinus Imogiri.

Saya datang di siang menjelang sore hari bersama kawan-kawan. Udaranya sejuk, adem karena banyak pohon (sekali lagi, namanya juga hutan ya), dan pohon pinusnya tinggi-tinggi sekali. Di beberapa tempat di sediakan tempat duduk dan ayunan dari batang pohon. Nampaknya tempat ini sering dipakai muda-mudi bercengkrama.

Jalan sedikit ke atas, saya kira gak ada apa-apa. Ternyata inilah daya tarik Puncak Pinus Becici yang paling utama. Puncak bukit Becici (saya belum periksa silang apakah nama bukit ini benar-benar Becici, saya asumsikan saja demikian) tempat hutan pinus ini berada memberikan pemandangan matahari terbenam yang sungguh luar biasa. Di beberapa pohon dipasang beberapa panggung yang bisa dipakai menikmati matahati senja dan foto-foto.  Sementara sejauh mata memandang adalah pemandangan pemukiman, sawah, dan lembah mengitari bukit.

Saya sempat deg-degan mau naik ke puncak bukit ini karena jurangnya dalam, tempatnya terbuka dengan angin cukup kencang, dan jalannya berpasir. Kayaknya saya gak bakal mau diajak ke sini kalau musim hujan. Kebayang pasir-pasir itu bikin jalan makin licin.

Ada sebuah makam di puncak bukit ini. Saya tidak tahu siapa yang dimakamkan di sana. Beberapa kali iseng googling namanya, tidak muncul sejarah hidupnya. Saya berpikir beliau mungkin orang yang disegani, mengingat lokasi makamnya bagus sekali.

Saat saya ke sana beberapa minggu lalu, tempat ini masih tidak atau belum dikenakan biaya masuk. Paling biaya parkir motor/mobil saja sekitar Rp 2.000-Rp. 4000. Saya sarankan untuk membawa bekal sendiri kalau ke sini karena belum terlalu banyak warung makanan yang buka. Dan yang ada pun kurang mengenyangkan. Jangan lupa untuk mengumpulkan sendiri sampah bekal dan membuangnya di tempat sampah di dekat parkiran ya.

Berikut adalah beberapa foto yang saya ambil di sana.

Makam di atas Puncak Pinus Becici
Makam di atas Puncak Pinus Becici
Pemandangan di Puncak Pinus Becici
Pemandangan di Puncak Pinus Becici
Menjelang matahari terbenam
Menjelang matahari terbenam
Panorama dari Puncak Pinus Becici
Panorama dari Puncak Pinus Becici
Iya, jangan :D
Iya, jangan 😀
Puncak pepohonan pinus
Puncak pepohonan pinus
Matahari sore dari balik pepohonan
Matahari sore dari balik pepohonan

Pulang dari sini, jangan lupa melipir sedikit ke sate klathak khas Yogya ya. Nikmat dimakan panas-panas setelah kena terpaan angin sore di Puncak Pinus Becici.

Foto: koleksi pribadi menggunakan Samsung Galaxy S5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *