4 jam di Bandung

Bandung sudah sejak lama menjadi tujuan wisata favorit warga Jakarta apalagi kalau akhir pekan. Saya pernah beberapa tahun tinggal di Bandung dan mengalami sendiri betapa padatnya kota berukuran 16.731 hektar yang berada di ketingggian sekitar 768 meter di atas permukaan laut.

Cuacanya yang adem cenderung dingin, walaupun beberapa tahun belakangan saya merasakan Bandung sudah mulai menghangat, adalah salah satu alasan kenapa banyak yang suka berlibur ke Bandung. Selain belanja dan kulinernya tentu saja.

Hari ini saya, Simbok Venus,  dan Vira Tanka melakukan semacam perjalanan dadakan ke Bandung. Berawal dari Vira bercerita hendak mengunjungi pameran salah satu sketcher Indonesia Nino Puriando, saya dan Simbok yang lagi sakaw bepergian langsung menyambut. Dah terjadilah kunjungan 4 jam di Bandung karena kami tiba di sana jam 12 siang dan kembali ke Jakarta jam 16 pada hari yang sama. Di Bandung kami ketemuan sama Neng Pashatama yang demen makan dan tetep langsing teruuus, dan dua temannya Vira.

2016-03-04_12-17-16

So, kami ngapain aja 4 jam di Bandung?

1. Makan siang di RM Padang Malah Dicubo cabang terminal stasiun yang terkenal dengan dendeng batokoknya.

Dendeng batokok di sini berbeda dari yang pernah saya temukan. Saya memilih dendeng batokok lado mudo (cabe hijau). Daging dendengnya empuk. Bumbu lado mudonya sarat dengan ciri khas cabe hijau, pahit, gurih, sedikit pedas. Tidak meledak di lidah pedasnya, namun sudah cukup untuk menggoda kami untuk tidak berhenti mengunyah. Limpahan minyak nampaknya meresap dan membuat daging semakin gurih. Selain itu saya pesan ayam bakar, tidak terlalu istimewa menurut saya. Dendengnya yang memang istimewa.

20160303_121429

Yang bikin saya senang makan di sini adalah SEMUA karyawannya penuh senyum dan keramahan. Bikin betah walaupun tempatnya cukup sempit dan panas.

Pas saya ke kasir untuk bayar, saya takjub melihat deretan mesin EDC di sana. Gak menyangka rumah makan terminal bisa mendapat persetujuan bank untuk memakai mesin EDC. Entah berapa omzet mereka.

20160303_125507

2. Pameran sketsa Nino Puriando di Galeri Kolase Jalan Anggrek 15

Saya kenal Kang Nino jaman saya masih aktif sketching. Ramah dan gak segan berbagi ilmu. Sketsa-sketsanya rapi, khas, dan tetap cantik walaupun saat dia sedang iseng melakukannya dengan tangan kiri (Kang Nino bukan kidal).

20160303_135957

20160303_135148

20160303_131807

Denger-denger Kang Nino bakal pindah ke Belanda menemani istrinya yang meneruskan pendidikan.

“Di Belanda rencananya ngapain, Kang?

“Mau ngegambar,” jawab Kang Nino dengan cengiran khasnya.

Lah saya kan juga mau ke Belanda buat ngegambar jadinya #eh

3. Minum-minun asik di kafe The Good Life sebelah galeri

Sebelah Galeri Kolase ada kafe kecil cantik namanya The Good Life. Kami icip-icip minuman di sana. Maunya sih makanan tapi ternyata efek nasi padang masih membekas :))

2016-03-04_12-06-50

Saya mesen es krim kecombrang. Penasaran kayak apa rasanya kecombrang kalau jadi es krim.

Rasanya manis masam, kecombrangnya baru terasa sebagai after taste. Makan bersamaan irisan kecombrang dengan es krim kalau mau rasa kecombrangnya lebih kuat.

20160303_132708

Mbak Sari Asih, pemilik kafe, tiba-tiba mampir ke meja kami sambil membawa secangkir teh infusi bunga mawar. Haruuuum!

Harum teh hitam bercampur harum tipis kuntum mawar. Rasa jahe yang kuat tanpa menyengat, manis madu yang tipis menutupi pahit teh, ditambah selapis rasa asam dari irisan jeruk. Ntap.

20160303_145515

4. Beli camilan dan oleh-oleh di Kartika Sari Kebon Jukut

Sayangnya saya lupa foto-foto di sini :)) Mampir ke sini sebentar untuk beli camilan dan oleh-oleh. Saya beli camilan jajanan pasar dan oleh-oleh Almond Cheese. Simbok beli brownies. Vira beli siomay.

Demikian lah perjalanan kami hari ini, 4 jam di Bandung. Pergi naik kereta jam 8.30 dari Gambir. Kembali ke Jakarta naik kereta jam 16.15 dari Bandung.

Next, Purwakarta! *entah kapan hahaha*

12 thoughts on “4 jam di Bandung

  1. Okeh gw aja belun cobain si Good Life. Mau ah besok *kompetitif*

    Makasi lho dikasi tau Malah Dicubo. Harga diri gw tertoreh sedikit saat ditanya “HAAAH LO GA TAU MALAH DICUBOOO???”.

    Untung sekarang udah tau

    1. Kapan2 pengen Purwakarta, Cirebon, Cilacap. Tapi idealnya nginep semalem lah ya paling nggak. Biar puas dan gak buru-buru taku ketinggalan kereta

      1. Iya Mbok, kalau ke sana mendingan nginep. Eh Cirebon kayaknya bisa one day trip juga, cuma 3 jam-an kok naik nereta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *