The #BekantanTwins Project – Time to Move, Time to Act

Apa yang kamu tahu soal bekantan? Saya menggeleng saat menerima pertanyaan tersebut suatu hari di @america saat saya menghadiri presentasi The Bekantan Twins Project. Saya tidak tahu apa-apa soal bekantan kecuali, ini pun baru saya sadari setelah ada yeng mention saya di Twitter dan mengatakan bekantan adalah maskot Dufan.

logo-dufan-ancol

Dan ternyata bekantan ini hanya berada di Pulau Borneo. Tidak ada di tempat lain.

Adalah Gabriella Thohir dan Giovanna Thohir yang kemudian memutuskan untuk membuat The Bekantan Twins Project sebagai usaha pelestarian bekantan yang pada tahun 1987 masih berjumlah 260.000 ekor, pada tahun 2008 drop hingga menjadi 25.000 ekor dan bisa dibayangkan tinggal berapa belas ribu atau bahkan ratus saja jumlah mereka pada tahun 2016 ini.

2016-06-22_03-20-18

Gabriella, yang biasa dipanggil Gabby, menyampaikan “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan Bekantan dari kepunahan, namun juga untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat dalam pelestarian primata.” Giovanna, biasa dipanggil Ghea yang merupakan saudari kembar Gabby menambahkan, menambahkan “Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap akan banyak bermunculan kegiatan sejenis lainnya dalam rangka penyelamatan primata dari kepunahan. Hal ini merupakan tugas kita sebagai anak Indonesia untuk mencintai dan menjaga alam Indonesia, flora dan fauna seisinya.”

The Bekantan Twins Project ini awalnya mereka buat sebagai salah satu proyek sekolah, dan pada waktu itu usia mereka baru sekitar 15 tahun. Kamu waktu usia 15 tahun, lagi ngapain? Saya ngapain ya. Mungkin lagi galau mikirin kakak kelas taksiran saya yang ditaksir sahabat saya sendiri. Mungkin.

Saya salut sekali akan anak-anak Pak Garibaldi Thohir ini. Sama seperti Gamma adik mereka, Gaby dan Ghea memutuskan membuat karya yang berdampak besar bagi lingkungan. Tidak cuma jadi anak-anak muda stylish nongkrong di kafe atau di klub malam. Penampilan mereka secara fisik jauh dari mewah. Tampak sederhana dan tetap rapi. Meraka sangat ramah dan menghormati yang lebih tua (saya disapa dengan sebutan….tante T___T).

Anyway kembali ke The Bekantan Twins Project, saya kutip dari press release mereka:

Ketertarikan si kembar Gabby dan Ghea akan Bekantan, yang memiliki ciri khas berbulu kuning keemasan serta memiliki hidung yang besar, dimulai ketika melakukan observasi langsung di habitat asli Bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan pada tahun 2013 yang lalu, untuk membuat proyek sekolah mengenai konservasi Bekantan saat mereka masih berstatus sebagai siswi SMA Global Jaya Internasional. Observasi ini difasilitasi oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dan PT. Adaro Indonesia yang telah memiliki project konservasi Bekantan di wilayah pertambangannya di Kalimantan Selatan.

Ibu Okty Damayanti, Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menjelaskan, “Dalam mendukung serta mendampingi Gabby dan Ghea merealisasikan proyek tersebut, kami menemukan banyak pencapaian yang luar biasa untuk anak seusia mereka. Dimana proyek sekolah tersebut terus berkembang dan berevolusi menjadi sebuah gerakan. Keseriusan mereka dalam hal ini diwujudkan dengan menggalang dana yang terbilang fantastis, yakni sebesar Rp. 100.000.000 atau setara dengan USD 8.020 yang dialokasikan untuk konservasi bekantan dalam bentuk kegiatan penanaman pohon yang merupakan makanan bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan. Sehingga proyek ini berhasil memenangkan penghargaan lingkungan di tingkat nasional dan 2 penghargaan internasional.”

Untuk mewujudkan The Bekantan twins Project, Gabby dan Ghea, yang kini adalah mahasiswi University of California (UCLA) dan University of Southern California (USC), membuat tiga strategi inovatif yang berkelanjutan untuk pengembangan project ini:

  1. Antara lain menciptakan kesadaran untuk meningkatan perhatian publik terhadap pelestarian Bekantan, mereka telah melaksanakan ‘Activation Day’ di Kota Kasablanka pada 15 Juni 2014 dan berhasil menarik perhatian publik serta mengumpulkan dana sebesar Rp 100.000.000 atau setara USD 8.020.
  2. Strategi kedua adalah kerjasama dengan lembaga atau instansi terkait seperti Sahabat Bekantan Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk merealisasikan aksi nyata dalam penyelamatan Bekantan dengan menanam 500 pohon di Pulau Bakut sebagai tempat tinggal Bekantan.
  3. Terakhir, yaitu kolaborasi pengembangan, Gabby dan Ghea mendorong lembaga atau instansi terkait untuk mengambil bagian dan berkontribusi langsung dalam pembuatan konservasi Bekantan di Pulau Bakut.

Dalam waktu dekat, Gabby dan Ghea mempunyai harapan besar untuk bisa mengorganisir penggalangan dana yang kedua untuk pembangunan fasilitas konservasi Bekantan di Pulau Bakut. Gabby dan Ghea juga menyampaikan, “Kami berharap dapat mendukung rencana BKSDA untuk menjadikan Pulau Bakut sebagai konservasi bekantan yang memiliki fasilitas untuk renovasi rumah rehabilitasi, dan titian jalan sebagai akses untuk melakukan observasi bekantan, serta pembangunan darmaga untuk merapatnya perahu masyarakat (kelotok)”. Dalam jangka panjang, Pulau Bakut sangat berpotensi menjadi area pusat ekowisata. Dampak positif yang diharapkan adalah terjaganya kelestarian bekantan serta mampu meningkatkan perekonomian penduduk setempat. Dengan dukungan dan kepercayaan dari lembaga terkait yang berani melakukan perubahan, kami percaya The Bekantan Twins Project dapat berkembang menjadi lebih besar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit yang angkanya mencapai ratusan juta rupiah. Mereka bekerja sama bersama kitabisa.com melancarkan penggalangan kampanye yang cukup unik dengan insentif menarik. Mereka tidak langsung meminta dana kepada donatur, melainkan mengajak khususnya kau muda untuk menjadi partner mereka dalam menggalang dana. Setiap partner akan diberikan halaman sendiri di KitaBisa di mana mereka bisa menggalang dana dengan cara…melakukan sesuatu. Iya, gak minta-minta. Mereka diharuskan untuk melakukan sesuatu, misalnya: akan memakai hidung bekantan selama seminggu bila berhasil menggalang dana sekian rupiah. Ada challenge yang harus mereka lakukan di sana. Saya sendiri terpikir untuk menjadi partner mereka karena….. 4 pengumpul dana terbanyak akan diajak Gaby dan Ghea melihat langsung para bekantan di Pulau Bakut! Bayangkan, ketemu maskot Dufan yang sesungguhnya!

Berminat? Segera daftar di sini dan tunggu email balasan dari kitabisa.com yang menyatakan kita sudah bisa memulai penggalangan dana.

Info lebih lanjut soal The Bekantan Twins Project ini bisa dilihat di akun Facebook mereka, atau di video di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *