Sejenak mengintip masa lalu Bung Hatta

Rumah Bung Hatta yang berlokasi di di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatera Barat merupakan tempat Bung Hatta dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya sampai berusia 11 tahun. Bung Hatta kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) atau sekolah menengah di kota Padang.

Rumah Lahir Hatta

Rumah ini didirikan tahun 1860an menggunakan struktur kayu ini terdiri dari bangunan utama, pavilion, lumbung padi, dapur dan kandang kuda serta kolam ikan. Bangunan utama dijadikan tempat menerima tamu, ruang makan keluarga, dan kamar ibu, paman, dan kakek Bung Hatta. Pavilion dijadikan kamar tidur Bung Hatta.

2016-08-08_07-50-34

Rumah aslinya sudah runtuh di tahun 1960-an, namun atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, rumah tersebut dibangun ulang sebagai upaya mengenang dan memperoleh gambaran masa kecil sang proklamator di kota Bukittinggi.

Pembangunan ulang dimulai 15 Januari 1995 dan diresmikan 12 Agustus 1995, bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta sekaligus dalam rangka merayakan 50 tahun Indonesia Merdeka.

Rumah ini dibangun mengikuti bentuk aslinya dan sebagian besar perabotan di dalam rumah masih asli dari peninggalan masa kecil Bung Hatta yang diperoleh dari keluarga dan kerabat beliau, begitupun tata letak perabotan tersebut masih dipertahankan di tempat asalnya.

2016-08-08_07-54-15

Di kamar tempat kelahiran Bung Hatta saya merasa terharu dan takjub. Di sini lah tempat kelahiran salah satu founding fathers Republik Indonesia. Yang bersumpah tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Orang besar dalam sejarah negara. Dan di sanalah saya, menatap tempat tidur yang pernah digunakan Siti Saleha melahirkan seorang Mohammad Athar yang kemudian lebih dikenal sebagai Mohammad Hatta.

2016-08-08_08-10-31

Apalagi saat masuk ke kamar yang digunakan sebagai kamar tidur Hatta muda. Waaa saya ada di kamar Bung Hatta!

2016-08-08_07-51-39

Di rumah ini juga dipajang dokumentasi kehidupan keluarga Bung Hatta dalam berbagai bentuk, yang diserahkan oleh keluarga Bung Hatta.

2016-08-08_08-40-45

Rumah ini saat ini dirawat oleh Ibu Dessiwarti dari Dinas Pariwisata. Ibu Dessiwarti ini lah di usianya yang menuju senja, merawat rumah ini dengan telaten dan penuh cinta. Saya melihat kecintaan tersebut dari betapa bersihnya keadaan rumah. nyaris tak ada debu sedikit pun saya lihat. Ibu Dessiwarti juga lah yang menjahit tirai penutup jendela, taplak meja, bahkan yang memberikan lapisan pernis di semua perabot kayu di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini.

Masuk ke rumah kelahiran Bung Hatta ini kita akan disambut oleh sebuah ruang kecil di sebelah kiri teras yang menjadi kamar baca beliau. Saya menoleh ke seberang rumah. Tanpa bangunan lain, jendela kamar baca ini berhadapan langsung dengan pemandangan Gunung Marapi. Indah luar biasa.

Menurut Ibu Dessiwarti keluarga Bung Hatta pada masanya adalah keluarga kaya. Mereka memiliki 18 kuda dan 2 buah kereta kuda.

DELAPAN BELAS KUDA. Itu mandiinnya gimana ya? *abaikan*

Kalau kamu ke Bukittinggi, mampirlah sejenak dua jenak ke sini. Lihat masa lalu mantan Wakil Presiden kita. Kenali sejarahnya. Kenali beliau.

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “Sejenak mengintip masa lalu Bung Hatta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *