Bagi saya, perempuan yang #memesonaitu ya mereka ini

Saya terpesona terhadap beberapa perempuan. Karena hidup mereka, pilihan mereka, dan arti mereka bagi saya sungguh luar biasa. Siapa saja mereka?

  • Simbok Venus

Perempuan yang semakin bertambah usianya semakin terlihat muda ini, kerap dipanggil dengan sebutan “Simbok” (ibu). Simbok ini baru tahun lalu bilang ke saya, bahwa dia gak suka olahraga lari. Capek. Bahkan saat saya berhasil meracuninya ikut sebuah lomba lari, saat selesai dan saya tanya, “Seru kan? Mau ikut lagi gak?” simbok masih menjawab dengan “Not my cup of tea. Liat nanti ajalah.”

Itu 2016.

Ini 2017.

LAH TERNYATA DOYAN HAHAHAHAHA. Iya simbok sekarang jadi inspirasi saya dalam olahraga terutama lari. Beliau membuktikan bahwa usia tidak menghalangi seseorang untuk aktif kegiatan fisik. Dan mitos bahwa metabolisme tubuh terkikis sejalan dengan bertambahnya usia bikin badan susah melangsing, dipatahkan oleh simbok.

Simbok sungguh idolaku :*

  • Buibuksocmed

Sekumpulan ibu-ibu berbagai latar belakang, berbagai latar pedidikan, berbagai pengalaman hidup, yang memiliki sebuah kesamaan: Ibu-ibu pengguna social media. Saya pernah cerita di sini awalnya saya bisa kecebur di grup ini. Sekarang grup ini jadi semacam hiburan dan refleksi saya akan kehidupan. Bahwa semua orang punya perjuangannya masing-masing. Punya kisahnya masing-masing. Punya suka dan dukanya masing-masing. Dan semua yang masing-masing itu, menjadi terasa lebih dan semakin baik saat dibagi bersama.

Gak semua pernah saling ketemu, gak semua sudah saling kenal sebelumnya, tapi bersama kami menjalani gundah kami sebagai seorang ibu dan istri, menghadapi air mata bersama, menertawakan kehidupan (sendiri dan orang lain) bersama.

 

  • Astrid Arum

Satu dari super sedikit orang yang saya sebut sahabat. Kami pertama kali berjumpa tahun 2009, we hit it off almost instantly. Lidah tajam dan selera humor yang sama (lucuan saya sih) mungkin jadi pengikat kami. Saya jarang melayani menye-menye curhat dia dengan hiburan menye-menye, dan sebaliknya. We tell each other what we NEED to hear, not what we WANT to hear. Dengan hobi makan dan masak yang juga sama (kami sering membicarakan kenapa Nigella Lawson cakep melulu, gimana rasanya dipeluk oleh Gordon Ramsay, bumbu masakan Sisca Suwitomo yang dapur rumahan banget. Atau sekadar bahasan Lambe Turah yang terbaru). Oh pernah bareng-bareng juga liat tuyul lewat depan kamar saya di kosan kami di Bandung. Ehe. Dia juga yang menemani saya sejak H-1 pernikahan saya.

I don’t know what would I do or where would I be without here.

Goldie New Year Makeup dengan entah kenapa wajahnya melas. Happy new year!

A post shared by Astrid Arum (@astridarum) on

Dan sekarang dia lagi merambah ke perdandanan sebagai makeup artist. Gaya deuh. Tapi emang makeupnya bagus, saya suka.

Itulah para perempuan yang memesona bagi saya. Kalau bagi kamu, wanita yang #MemesonaItu seperti apa?

Yuk ikut blog competition #MemesonaItu. Informasi lengkapnya ada di website ini. Gak punya blog? Otenang, tetap boleh ikutan kok. Lamgsung aja kamu tulis menulis di website tadi ya. Masih ada waktu sampai tanggal 10 April 2017 buat ikutan loh!

Hadiahnya?

Dua kamera mirrorless dan juga hadiah cash jutaan rupiah plus hadiah-hadiah lainnya. Yakin gak mau ikutan?

Good luck!

17 thoughts on “Bagi saya, perempuan yang #memesonaitu ya mereka ini

  1. Wah.. liat tuyul..? Hiiii … bisa duet gitu ya liatnya..

    Artikel ini ngajak pembaca buat sama2 olahraga lari yang takmengenal usia 🙂

    Teh Nit, itu ada missing text. Pedidikan tertulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *